Konawe Utara, Sultramedia – Jalan trans Sulawesi di Desa Linomoiyo Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang menghubungkan antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah masih belum bisa dilalui secara normal.
Para pengendara motor dan mobil masih harus menggunakan pincara (perahu penyebrangan) guna bisa melintas. Hingga saat ini, Kamis (3/4/2025), kondisi jalan masih dipenuhi air banjir dari luapan sungai Lalindu yang masih belum surut.
Salah satu pengguna pincara, Natyfa menyebut, kondisi jalan masih belum bisa dilalui secara normal. Meski air berbeda dari kondisi sebelumnya yang cukup meluap, para pengendara masih tetap harus menggunakan pincara.
“Kondisinya masih banjir tapi sudah tidak terlalu deras arusnya. Sudah bisa dilewati mobil besar tapi mobil kecil masih naik pincara,” ujarnya.
Para pengendara, kata Natyfa, mengantri saat naik pincara. Mereka menggunakan pincara untuk menghindari banjir yang panjangnya sekitar kurang lebih 1 kilo meter. Sementara untuk ongkos yang harus dikeluarkan oleh para pengendara dikenakan tarif yakni pemotor 100 ribu sedangkan mobil 500 ribu
“Ngantri, jadi naik pincara itu ngantri. Ongkos pemotor harga 100 ribu, Kalau Mobil 500 ribu sudah turun karena kemarin air besar sekarang sudah surut,” pungkasnya.