banner 728x250

Bocah 6 Tahun di Buton Tengah Meninggal Dunia Saat Berenang, Diduga Akibat Benturan Batu

Permandian Air Tiga.
banner 120x600

Buton Tengah, Sultramedia – Masyarakat Boneoge dikejutkan dengan seorang anak kecil berusia 6 tahun berinisial AF yang tenggelam di permandian Air Tiga, di Lingkungan One Kelurahan Boneoge Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah, Kamis (3/4/2025).

Kapolres Buton Tengah, AKBP Wahyu Adi Waluyo melalui Kasi Humas Iptu Thamrin mengatakan, masyarakat yang ada di Kelurahan Boneoge dikejutkan dengan kejadian meninggalnya seorang anak saat sedang mandi dan berenang di Pemandian Air Tiga.

“Kapolsek Lakudo Ipda Muhammad Ade Tandra bersama personel yang mendapatkan informasi kejadian kemudian langsung menuju ke TKP untuk melaksanakan Olah TKP. Juga memeriksa para saksi yang berada dilokasi,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).

Lanjutnya, berdasarkan keterangan dari para saksi, diketahui korban sedang bersama teman-temannya mandi dan berenang di permandian tersebut. Dimana saat itu korban meloncat dari atas baru permandian tenggelam dan tak sadarkan diri.

“Teman-temannya yang saat itu sedang mandi bersama korban, mengira korban sedang menyelam. Namun karena telah lama posisi korban tenggelam dalam air teman-temannya panik kemudian berteriak meminta pertolongan,” ungkapnya.

Ia menyebut, masyarakat yang berada di sekitar pemandian saat mendengar informasi tersebut kemudian langsung datang menolong dan menggendong korban dengan posisi terbalik. Selanjutnya membawa korban untuk mendapat pertolongan medis karena keadaan korban dalam kritis.

Masyarakat yang panik kemudian membawa korban ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Boneoge untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Perawat langsung mengarahkan agar korban langsung ke RSUD Buton Tengah untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Namun Naas, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab korban meninggal dunia akibat benturan batu yang dibuktikan dengan benjolan pada kepala bagian jidat.

Dimana pada saat korban melompat ke air kondisi air sangat dangkal yang menyebabkan kepala terbentur hingga korban tidak sadarkan diri dan tenggelam dalam.

“Kami Pihak Kepolisian telah menyarankan keluarga agar dilakukan Otopsi untuk diketahui lebih lanjut penyebab meninggalnya korban. Namun pihak keluarga menolak dan telah menerima dan mengikhlaskan apa yang menjadi musibah merupakan kehendak dari Allah SWT,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, kata Iptu Thamrin, pihak kepolisian menghimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kami juga mengucapkan bela sungkawa turut berduka cita. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan,” tutupnya.

Pembaca 4 times, 4 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *