banner 728x250

Tanggapi Viralnya Unek-unek Salah Satu Dokter Kandungan di RS dr LM Baharuddin, Ini Penjelasan Wabup Muna

banner 120x600

Muna, Sultramedia – Wakil Bupati (Wabup) Muna, Laode Asrafil buka suara terkait viralnya unek-unek salah satu dokter kandungan di Rumah Sakit (RS) dr. H. LM Baharuddin, M.Kes.

Menurutnya, pernyataan salah satu dokter kandungan melalui stori WhatsApp pribadi perlu diluruskan. Terutama mengenai keluhan perlengkapan operasi baik itu pakaian, benang hingga kain yang digunakan saat operasi. Selain itu juga terkait keluhan kondisi internal yang ada di RS yang dinilai oleh sang dokter sangat memprihatinkan.

Berita viral tersebut, kata Asrafil telah dikonfirmasi langsung kepada direktur RS.

Pakaian Operasi
Disebutkan hanya dua set, tetapi saat Wabup Muna mengkonfirmasi langsung jumlahnya sebanyak tujuh set dan tidak kurang sama sekali.

“Berita viral kemarin masalahnya karena pengadaan baju yang buat operasi itu katanya cuma dua set ternyata disini ada tujuh set. Tidak kurang dan cukup, hanya tidak konfirmasi dengan penjaga ruangannya,” ucapnya, Jumat (21/11/2025).

“Nah, setelah itu baru ditanya mana yang lainnya, diperlihatkan memang ada tujuh set. Kemarin kan yang masuk itu kan ada tiga pasien sekaligus, yang ada baju kemarin hanya dua set yang tersedia diruangan itu, tapi disebelahnya ada baju. Jadi ada tujuh set semuanya. Jadi kita tidak kekurangan,” tambahnya.

Benang Operasi
Hasil konfirmasi, benang yang dikeluhkan ternyata juga ada dan dalam kondisi baik. Benang tersebut tidak disiapkan langsung oleh pimpinan RS tetapi berdasarkan permintaan dari para dokter.

“Standar benang seperti apa, disiapkan semuanya lengkap. Tidak ada yang tidak memenuhi standar. Hanya kemarin dokternya juga tidak konfirmasi dengan direktur, harusnya kan konfirmasi dulu terkait kurang-kurangnya. Tetapi semua itu sudah ada dan tidak ada kekurangan,” jelasnya.

Selain itu, Asrafil juga menjelaskan, terkait pengadaan baju olahraga akhir-akhir ini tak ada yang menggunakan dana RS. Semua berasal dari sumbangan-sumbangan atau uang pribadi dari pegawai RS itu sendiri.

Asrafil menambahkan, permasalahan dokter tersebut oleh direktur RS telah dilakukan upaya untuk melakukan konfirmasi langsung.

“Dokter ini sudah dipanggil oleh pak direktur tapi sampe hari ini dokter yang viral kemarin itu belum datang. Sudah dihubungi tapi belum mau datang. Jadi ada niat baik untuk mendudukkan masalah ini sehingga tidak terjadi lagi kedepannya,” pungkasnya.

Pembaca 66 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *